Jurusan Farmasi: Gedung Baru, Semangat Baru?

Alhamdulillah, Jurusan Farmasi akan menempati gedung baru di kampus 3 pada semester gasal 2019/2020 ini. Gedung yang terdiri dari 4 lantai ini, memiliki ruang kuliah, laboratorium, ruang pimpinan, ruang dosen, musholla dan kantin, dan lain-lain. Meskipun belum memenuhi semua kebutuhan ruang yang dibutuhkan, setidak-tidaknya mulai saat ini Jurusan Farmasi sudah memiliki gedung sendiri, tidak menumpang. Kecil tidak apa-apa kalau rumah sendiri, daripada besar tapi ngontrak, begitu mungkin kalimat yang sering kita dengar di masyarakat. Apalagi Jurusan Farmasi mempunyai saudara dan tetangga yang baik, yaitu Program Studi Pendidikan Dokter, yang berkenan untuk melakukan facility sharing di bawah kebijakan dari FKIK. Dengan kebijakan itu, Jurusan Farmasi bisa menggunakan kelas tutorial, perpustakaan, beberapa laboratorium dan fasilitas lainnya yang ada di gedung FKIK.

Meskipun menyenangkan punya gedung sendiri, karena baru mau menempati gedung baru yang jaraknya lumayan jauh dari kampus 1, tentu ada tantangan2 tersendiri bagi para dosen, karyawan dan mahasiswa Farmasi. Sebagaimana keluarga kecil yang baru punya rumah baru yang lokasinya jauh dari tempat tinggal asalnya. Jarak ini menjadi tantangan tersendiri bagi civitas akademika Farmasi. Kalau dulu waktu berada di kampus 1, para dosen hadir di kampus tiap hari, meskipun tidak ada jadwal mengajar, apakah nanti bisa melanjutkan kebiasaan itu? Apakah nanti para dosen betah di kantor sampai jam 16.00 tiap hari?

Tantangan lainnya adalah ternyata dengan adanya gedung baru ini, tidak semua perkuliahan dilakukan di gedung baru. Perkuliahan untuk mahasiswa angkatan baru masih diselenggarakan di kampus 1, karena mereka harus tinggal di ma’had yang ada di kampus 1. Ini juga menjadi tantangan bagi para dosen yang harus mengajar di dua lokasi yang jaraknya berjauhan.

Dan tentu mungkin akan masih banyak tantangan baru yang lain, seperti gak ada wifi, airnya gak lancar, saluran air kotor mampet, lampunya banyak yang gak nyala, parkiran gak aman, dll (pengalaman pindah ke gedung baru RKB…..hehe…) . Saya yakin para dosen, karyawan dan mahasiswa Farmasi, dengan rahmat dan pertolongan Allah swt, mampu menghadapinya dengan baik. Mulai tantangan pertama, yaitu tantangan proses perpindahan, sampai tantangan-tantangan berikutnya. Tentu bantuan, dukungan dan doa dari pimpinan universitas, fakultas dan seluruh civitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim serta stakeholder sangat diharapkan. Berapapun banyaknya tantangan, memiliki gedung sendiri, secara keseluruhan, adalah merupakan nikmat dan rahmat yang besar sekali. oleh karena itu, layak saya mengucapkan “Selamat dan Sukses Civitas Akademika Farmasi”. Mari kita songsong kesuksesan dengan gedung baru!!!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar